Selasa, 06 Oktober 2020

 

Apakah hal terpenting yang harus kulakukan?

Manakah hal yang harus kulakukan terlebih dahulu?

Mengapa waktu berjalan begitu cepat?

Mengapa tidak ada yang dapat kuselesaikan dengan baik?

Mengapa aku tidak bisa melakukannya sebaik mereka?

I think i am not good enough.


Pertanyaan tersebut selalu berkecamuk di pikiranku. Ada banyak hal yang ingin kulakukan, tetapi aku selalu dikejar oleh waktu. Di dunia ini ada begitu banyak tempat, namun aku tidak menemukan satu pun, tempat di dekatku yang nyaman untuk beristirahat.

Meskipun aku berbaring dan merentangkan kedua kakiku, kedua mataku tidak bisa terpejam. Meskipun aku memaksa memejamkan mataku, aku akan tertidur tanpa bermimpi. Ketika terbangun dari tidurku, napasku menjadi pendek dan kepalaku terasa sakit. Begitulah hariku yang tak berarti akan terulang lagi dan lagi.

Ketika aku melangkahkan kakiku menuju ruang gelap ini, apakah ada yang peduli untuk melihatku? Mungkin mereka tidak akan memahaminya dan membandingkan keadaanku dengan orang lain, mengatakan ada yang lebih menderita, kamu masih beruntung, dsb. Bukanlah suatu hal yang mudah untukku dapat melewati hari-hari yang sulit ini. Berapa kali aku tersenyum hari ini? Apakah itu senyum yang tulus?

Lucu sekali mengetahui bagaimana aku terperangkap dalam pikiranmu sendiri. Aku masih begitu muda, namun memiliki begitu banyak kekhawatiran. Tidak satu pun mengetahui bagaimana hatiku terasa kosong. Dan aku tidak menyukai fakta bahwa mereka hanya tahu cara untuk menertawakannya.

Aku selalu bertanya-tanya apakah semua orang selain aku bahagia? Aku sangat ingin mengetahuinya. Atau apakah karena aku hanyalah seorang anak kecil yang belum tahu cara menyembunyikannya? Karena semua orang menyembunyikannya di balik topeng mereka. Dan perlahan-lahan aku menjadi terbiasa dengan kata “kesendirian”.


Jujur, aku belum tau apa yang harus kulakukan untuk memperbaiki diri. Aku masih merasa penuh kebimbangan. Semua orang mengatakan bahwa lebih baik kita menjadi diri sendiri. Namun ketika aku menjadi diriku sendiri, mengapa tidak ada yang mau menerimaku? Ketika aku berusaha menjadi orang lain pun, hal itu pun tidak bekerja.

Namun yang kutahu, bila aku saja tidak mencintai diriku sendiri siapa pula yang akan mencintai diriku? Love Myself, Love Yourself. Never forget about it, I told you.

Oleh karena itu, aku mulai menerapkan slogan itu ke kehidupan sehari-hariku.

Ketika aku merasa tidak mencapai target sesuai keinginanku, aku akan mengatakan kepada diriku sendiri, “It’s okay, you’ve already did your best Fira.”

Ketika aku merasa tidak percaya diri di antara kelebihan orang lain, aku pun akan berkata, “Semua orang memiliki kelebihan masing-masing Fira, don’t be easily insecure. Namun bila kamu berusaha, kamu pun pasti bisa. Because nothing is impossible, hwaiting!

Dan ketika aku merasa sendirian di dunia ini, aku akan mengatakan, “Semua orang pasti memiliki kesibukan pula Fira, bila kamu merasa sendiri sibukkan juga dirimu sambil menunggu orang-orang yang kamu cintai menyelesaikan urusannya.”

Jadi pesan yang ingin kusampaikan adalah mulailah dengan mencoba menerima diri sendiri agar orang lain pun akan menerimamu.

Daripada merasa bahwa kita tidak berguna akan lebih baik jika kita introspeksi terhadap diri sendiri. Pikirkan, mengapa kita merasa begitu? Bagaimanakah cara agar kita bisa memperbaikinya?

Daripada terpuruk dengan rasa penyesalan atas kesalahan yang kita perbuat, akan lebih baik untuk mencoba menerima dan memaafkan diri sendiri serta komitmen dengan diri sendiri untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Hal inilah yang ingin aku tekankan. Alangkah baiknya bila kita memaafkan dan berdamai dengan masa lalu, daripada perasaan itu akan menumpuk dan menjadi beban yang dapat berpotensi menyebabkan depresi. Akan lebih baik bila kita berusaha untuk menerimanya dan lebih memikirkan masa depan kita dengan harapan dan optimisme.

HAVE YOU DID YOUR BEST TODAY?? . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates