JUST SHORT MOTIVATION LETTER FOR MYSELF
Apakah hal
terpenting yang harus kulakukan?
Manakah hal yang
harus kulakukan terlebih dahulu?
Mengapa waktu
berjalan begitu cepat?
Mengapa tidak ada
yang dapat kuselesaikan dengan baik?
Mengapa aku tidak
bisa melakukannya sebaik mereka?
I think i am not good enough.
Pertanyaan
tersebut selalu berkecamuk di pikiranku. Ada banyak hal yang ingin kulakukan,
tetapi aku selalu dikejar oleh waktu. Di dunia ini ada begitu banyak tempat,
namun aku tidak menemukan satu pun, tempat di dekatku yang nyaman untuk
beristirahat.
Meskipun aku berbaring
dan merentangkan kedua kakiku, kedua mataku tidak bisa terpejam. Meskipun aku
memaksa memejamkan mataku, aku akan tertidur tanpa bermimpi. Ketika terbangun
dari tidurku, napasku menjadi pendek dan kepalaku terasa sakit. Begitulah hariku
yang tak berarti akan terulang lagi dan lagi.
Ketika aku
melangkahkan kakiku menuju ruang gelap ini, apakah ada yang peduli untuk
melihatku? Mungkin mereka tidak akan memahaminya dan membandingkan keadaanku
dengan orang lain, mengatakan ada yang lebih menderita, kamu masih beruntung,
dsb. Bukanlah suatu hal yang mudah untukku dapat melewati hari-hari yang sulit
ini. Berapa kali aku tersenyum hari ini? Apakah itu senyum yang tulus?
Lucu sekali
mengetahui bagaimana aku terperangkap dalam pikiranmu sendiri. Aku masih begitu
muda, namun memiliki begitu banyak kekhawatiran. Tidak satu pun mengetahui bagaimana
hatiku terasa kosong. Dan aku tidak menyukai fakta bahwa mereka hanya tahu cara
untuk menertawakannya.
Aku selalu
bertanya-tanya apakah semua orang selain aku bahagia? Aku sangat ingin
mengetahuinya. Atau apakah karena aku hanyalah seorang anak kecil yang belum
tahu cara menyembunyikannya? Karena semua orang menyembunyikannya di balik
topeng mereka. Dan perlahan-lahan aku menjadi terbiasa dengan kata
“kesendirian”.
Jujur, aku belum
tau apa yang harus kulakukan untuk memperbaiki diri. Aku masih merasa penuh
kebimbangan. Semua orang mengatakan bahwa lebih baik kita menjadi diri sendiri.
Namun ketika aku menjadi diriku sendiri, mengapa tidak ada yang mau menerimaku?
Ketika aku berusaha menjadi orang lain pun, hal itu pun tidak bekerja.
Namun yang
kutahu, bila aku saja tidak mencintai diriku sendiri siapa pula yang akan
mencintai diriku? Love Myself, Love
Yourself. Never forget about it, I told you.
Oleh karena itu,
aku mulai menerapkan slogan itu ke kehidupan sehari-hariku.
Ketika aku merasa
tidak mencapai target sesuai keinginanku, aku akan mengatakan kepada diriku
sendiri, “It’s okay, you’ve already did your best Fira.”
Ketika aku merasa
tidak percaya diri di antara kelebihan orang lain, aku pun akan berkata, “Semua
orang memiliki kelebihan masing-masing Fira, don’t be easily insecure. Namun bila kamu berusaha, kamu pun pasti
bisa. Because nothing is impossible,
hwaiting!”
Dan ketika aku
merasa sendirian di dunia ini, aku akan mengatakan, “Semua orang pasti memiliki
kesibukan pula Fira, bila kamu merasa sendiri sibukkan juga dirimu sambil
menunggu orang-orang yang kamu cintai menyelesaikan urusannya.”
Jadi pesan yang
ingin kusampaikan adalah mulailah dengan mencoba menerima diri sendiri agar
orang lain pun akan menerimamu.
Daripada merasa
bahwa kita tidak berguna akan lebih baik jika kita introspeksi terhadap diri
sendiri. Pikirkan, mengapa kita merasa begitu? Bagaimanakah cara agar kita bisa
memperbaikinya?
Daripada terpuruk
dengan rasa penyesalan atas kesalahan yang kita perbuat, akan lebih baik untuk
mencoba menerima dan memaafkan diri sendiri serta komitmen dengan diri sendiri untuk
tidak mengulangi kesalahan yang sama. Hal inilah yang ingin aku tekankan.
Alangkah baiknya bila kita memaafkan dan berdamai dengan masa lalu, daripada
perasaan itu akan menumpuk dan menjadi beban yang dapat berpotensi menyebabkan
depresi. Akan lebih baik bila kita berusaha untuk menerimanya dan lebih
memikirkan masa depan kita dengan harapan dan optimisme.