MENTAL HEALTH
Kesehatan
seseorang tidak hanya dilihat dari kesehatan fisiknya saja. Hal inilah yang
sering kali tidak disadari oleh sebagian besar orang. Mereka telah melupakan
bahwa kesehatan seseorang dilihat tidak hanya dilihat dari kesehatan fisik, namun
kita perlu melihat kesehatan mentalnya pula. Sebagaimana dengan kesehatan
fisik, kesehatan mental seseorang juga sangatlah krusial. Dua hal ini sangatlah
berkesinambungan. Bila kesehatan fisik seseorang kurang baik, hal ini akan
berpengaruh terhadap kesehatan mentalnya. Misalnya seperti akan mempengaruhi
perasaan seseorang menjadi tidak bahagia dan tidak semangat. Begitu pula
sebaliknya, bila kesehatan mental seseorang tidak baik maka hal ini dapat
mempengaruhi kesehatan fisiknya. Misalnya saja seharusnya kesehatan fisiknya
baik-baik saja, namun dikarenakan mentalnya yang terganggu seperti banyak
pikiran maka tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap kesehatan fisiknya.
Orang yang terlalu banyak pikiran akan mudah lelah dan dapat melemahkan daya tahan
tubuhnya sehingga ia mudah sakit.
Hingga saat ini,
isu kesehatan mental yang masih menjadi masalah serius yang memprihatinkan dan menjadi
perhatian adalah bunuh diri. Bunuh diri masih menjadi salah satu penyebab
kematian tertinggi di dunia. Menurut hasil perhitungan Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO), hampir 800 ribu orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya.
Seseorang
melakukan bunuh diri karena berbagai alasan, namun sebagian besar orang
melakukan bunuh diri dikarenakan kesehatan mental mereka, terutama akibat
depresi. Menurut Jill M. Harkavy-Friedman, wakil presiden penelitian di
American Foundation for Suicide Prevention, bunuh diri adalah masalah kesehatan
masyarakat yang butuh pendekatan kesehatan untuk pencegahan mencakup
penelitian, pendidikan, advokasi dan dukungan bagi mereka yang terkena dampak
bunuh diri. Diperkirakan, 90% orang yang meninggal karena bunuh diri berurusan
dengan kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis saat kematian mereka.
Walaupun begitu
ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah seseorang melakukan
bunuh diri. Penting bagi kita untuk selalu aktif muncul kepada seseorang yang
mengalami depresi. Kita harus penuh perhatian dan membantu mereka agar merasa
aman berbagi pikiran dan perasaan mereka. Kita harus meraih dan mengatakan
tidak ada yang salah dengan diri mereka. Kita tidak bisa hanya menunggu mereka
yang kesulitan untuk datang pada kita. Sebaliknya kita harus menjangkau mereka
dan bukannya pergi. Menurut Mia Munayer, anggota jaringan sukarelawan Bridgewatch
Angels (Malaikat Pengawas Jembatan) Jembatan Golden Gate mengatakan untuk
berbicara kepada seseorang yang terlihat sendirian dan sedih. Kita harus
memberitahu dan membuat mereka merasa tidak sendirian, bahwa masih ada
seseorang yang mau mendengarkan. Terkadang itu adalah respon terbaik. Lalu
menanyakan apakah mereka baik-baik saja dan menunggu mereka untuk berbicara.
Yang terpenting adalah mereka tidak bicara soal topik yang membuat mereka sedih
dan terus bicara.
Seseorang
melakukan bunuh diri disebabkan oleh alasan yang kompleks, bukanlah karena hal
yang sederhana dan terkait dengan masalah tunggal. Bunuh diri terjadi karena
sejumlah faktor yang kemudian berkontribusi menyatu dalam konteks stres dan
akses ke sarana kematian. Tidak pernah terjadi hanya dikarenakan satu alasan
seseorang akan mengakhiri hidupnya. Oleh karena itu hindarilah sikap
menghakimi. Akan lebih baik bila kita melakukannya dengan melakukan percakapan
normal dengan mereka dan menyampaikan pesan tersirat bahwa mereka tidak pernah sendirian
karena kita akan selalu ada dan senantiasa mendukung mereka. Selain itu perlu
juga diketahui bahwa bunuh diri bukan hanya menjadi masalah orang lain, bunuh
diri adalah tanggung jawab semua orang.