Selasa, 06 Oktober 2020

 

Kesehatan seseorang tidak hanya dilihat dari kesehatan fisiknya saja. Hal inilah yang sering kali tidak disadari oleh sebagian besar orang. Mereka telah melupakan bahwa kesehatan seseorang dilihat tidak hanya dilihat dari kesehatan fisik, namun kita perlu melihat kesehatan mentalnya pula. Sebagaimana dengan kesehatan fisik, kesehatan mental seseorang juga sangatlah krusial. Dua hal ini sangatlah berkesinambungan. Bila kesehatan fisik seseorang kurang baik, hal ini akan berpengaruh terhadap kesehatan mentalnya. Misalnya seperti akan mempengaruhi perasaan seseorang menjadi tidak bahagia dan tidak semangat. Begitu pula sebaliknya, bila kesehatan mental seseorang tidak baik maka hal ini dapat mempengaruhi kesehatan fisiknya. Misalnya saja seharusnya kesehatan fisiknya baik-baik saja, namun dikarenakan mentalnya yang terganggu seperti banyak pikiran maka tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap kesehatan fisiknya. Orang yang terlalu banyak pikiran akan mudah lelah dan dapat melemahkan daya tahan tubuhnya sehingga ia mudah sakit.

Hingga saat ini, isu kesehatan mental yang masih menjadi masalah serius yang memprihatinkan dan menjadi perhatian adalah bunuh diri. Bunuh diri masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Menurut hasil perhitungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 800 ribu orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya.

Seseorang melakukan bunuh diri karena berbagai alasan, namun sebagian besar orang melakukan bunuh diri dikarenakan kesehatan mental mereka, terutama akibat depresi. Menurut Jill M. Harkavy-Friedman, wakil presiden penelitian di American Foundation for Suicide Prevention, bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat yang butuh pendekatan kesehatan untuk pencegahan mencakup penelitian, pendidikan, advokasi dan dukungan bagi mereka yang terkena dampak bunuh diri. Diperkirakan, 90% orang yang meninggal karena bunuh diri berurusan dengan kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis saat kematian mereka.

Walaupun begitu ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah seseorang melakukan bunuh diri. Penting bagi kita untuk selalu aktif muncul kepada seseorang yang mengalami depresi. Kita harus penuh perhatian dan membantu mereka agar merasa aman berbagi pikiran dan perasaan mereka. Kita harus meraih dan mengatakan tidak ada yang salah dengan diri mereka. Kita tidak bisa hanya menunggu mereka yang kesulitan untuk datang pada kita. Sebaliknya kita harus menjangkau mereka dan bukannya pergi. Menurut Mia Munayer, anggota jaringan sukarelawan Bridgewatch Angels (Malaikat Pengawas Jembatan) Jembatan Golden Gate mengatakan untuk berbicara kepada seseorang yang terlihat sendirian dan sedih. Kita harus memberitahu dan membuat mereka merasa tidak sendirian, bahwa masih ada seseorang yang mau mendengarkan. Terkadang itu adalah respon terbaik. Lalu menanyakan apakah mereka baik-baik saja dan menunggu mereka untuk berbicara. Yang terpenting adalah mereka tidak bicara soal topik yang membuat mereka sedih dan terus bicara.

Seseorang melakukan bunuh diri disebabkan oleh alasan yang kompleks, bukanlah karena hal yang sederhana dan terkait dengan masalah tunggal. Bunuh diri terjadi karena sejumlah faktor yang kemudian berkontribusi menyatu dalam konteks stres dan akses ke sarana kematian. Tidak pernah terjadi hanya dikarenakan satu alasan seseorang akan mengakhiri hidupnya. Oleh karena itu hindarilah sikap menghakimi. Akan lebih baik bila kita melakukannya dengan melakukan percakapan normal dengan mereka dan menyampaikan pesan tersirat bahwa mereka tidak pernah sendirian karena kita akan selalu ada dan senantiasa mendukung mereka. Selain itu perlu juga diketahui bahwa bunuh diri bukan hanya menjadi masalah orang lain, bunuh diri adalah tanggung jawab semua orang.

HAVE YOU DID YOUR BEST TODAY?? . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates